oleh : Yusuf Eko Susilo


KNRP – Disebabkan oleh kampanye boikot yang diluncurkan oleh warga Palestina atas produk pabrik permukiman Israel di Tepi Barat, akhirnya tujuh belas pabrik Israel ditutup sejak kampanye itu dilakukan beberapa bulan yang lalu.
Seperti yang dikutip oleh The Washington Post dari Avi Alekiam, pemilik dari tiga ratus pabrik di pemukiman, kampanye pemboikotan itu bagi warga Israel merupakan situasi yang tak tertahankan. Demikian seperti disitat aljazeera.
Adapun bagi warga Palestina, sambung koran terbitan AS itu, kampanye itu bisa jadi merupakan strategi yang mereka inginkan.
Lebih lanjut surat kabar itu menunjukkan bahwa bangsa Palestina telah mencoba selama lebih dari empat puluh tahun untuk mengakhiri pendudukan Israel melalui berbagai negosiasi dan intifadah yang berlangsung lebih dari dua dekade, tetapiitu semua tidak berhasil.
Sekarang warga Palestina tampaknya menaruh harapan untuk mencapai keberhasilan dengan cara aksi boikot yang didasarkan atas protes damai, bukan kekerasan, dan aksi boikot itu mungkin pada akhirnya akan memberikan hasil.
Strategi boikot ini telah muncul pada tingkat masyarakat, namun kini telah tumbuh secara signifikan sebagai jalan yang ditempuh oleh kepemimpinan Palestina.
Pejabat senior Palestina kerap melakukan aksi-aksi protes terhadap pemukiman, dimana aksi itu dipimpin oleh para aktivis lokal dalam upaya untuk mengisolasi Israel secara internasional sebagai bentuk langkah yang terinspirasi dari perjuangan anti-rasis di Afrika Selatan.
Surat kabar itu mengatakan bahwa melakukan transaksi dengan produk-produk pemukiman itu dilarang sesuai hukum yang dikeluarkan pada tahun 2005, tetapi Fayyad menekankan pelaksanaan hukum itu pada awal tahun ini, dan ia berharap agar aksi pemboikotan peroduk Israel itu akan mendorong masyarakat internasional untuk mengambil sikap yang tegas terhadap pemukiman dan mengakhiri ketergantungan perekonomian Palestina terhadap Israel.
Ketua Otorita Palestina Mahmoud Abbas bulan lalu menandatangani hukum yang melarang semua produk yang berhubungan dengan para pemukim, dan bagi yang melanggar akan dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dan denda sampai 14 ribu dolar.
Disebutkan bahwa nilai produk-produk Israel yang dijual ke pasar Palestina hanya sebagian kecil dari produksi total tahunan nasional sebesar dua ratus miliar dolar. Namun para pejabat Israel takut bahwa kampanye pemboikotan itu akan menimpa semua produk Israel.(milyas/aljzr)

sumber:http://www.knrp.or.id/berita/ekonomi/pemboikotan-produk-israel-sebabkan-17-pabrik-israel-gulung-tikar.htm